OBJEK WISATA




Sejarah dan Perjalanan Desa Sapta Mulia Jaya

 

Dari Hutan Belantara Menuju Surga Pemancingan

 
Desa Sapta Mulia Jaya yang terletak di Kecamatan Teluk Belengkong memiliki sejarah perjuangan yang panjang. Daerah ini bukanlah wilayah yang langsung subur dan terbuka, melainkan hasil dari kerja keras para pendiri desa yang penuh dengan ketekunan.
 

Awal Mula Kehadiran Penduduk

 
Kisah desa ini bermula pada tahun 1997. Pada masa itu, wilayah ini masih berupa hutan dan lahan kering yang belum terjamah. Pemerintah membuka program pemukiman bagi para pendatang melalui program Transmigrasi. Mereka datang dari berbagai daerah dengan harapan baru, membawa semangat untuk membuka lahan dan membangun kehidupan yang lebih baik.
 
Proses awal tidaklah mudah. Mereka harus menebas belukar, membersihkan tanah, dan membangun rumah dari nol. Setelah melalui proses penataan dan pembangunan yang cukup lama, barulah pada tahun 2004, desa ini ditetapkan secara resmi sebagai desa definitif. Sejak saat itulah, nama Sapta Mulia Jaya mulai dikenal luas sebagai sebuah wilayah yang mandiri dan berkembang.
 

Lahirnya Wisata Alam Memancing

 
Seiring berjalannya waktu, masyarakat mulai mengolah lahan yang ada. Karena kondisi geografis daerah ini yang memiliki cekungan-cekungan tanah dan aliran air alami, terbentuklah kolam-kolam dan rawa-rawa yang dibiarkan mengalir secara alami. Masyarakat tidak perlu membuat sumur buatan atau mencari air dari jauh, karena alam telah menyediakan aliran air yang cukup untuk mempertahankan kehidupan perairan tersebut.
 
Di perairan alami inilah, kehidupan biota air mulai tumbuh subur. Karena airnya yang berasal dari alam bebas dan tidak tercemar, ikan-ikan liar tumbuh dengan cepat dan berkembang biak dengan baik.
 

Jenis Ikan yang Menjadi Khas

 
Hingga saat ini, Wisata Alam Memancing di Desa Sapta Mulia Jaya menjadi incaran para pemancing karena kekayaan jenis ikannya yang khas air tawar. Para pengunjung yang datang biasanya memburu jenis-jenis ikan asli perairan ini, antara lain:
 
-     Lele: Ikan yang menjadi primadona karena mudah ditemukan dan dagingnya yang lezat.
-     Kepar: Ikan dengan sisik indah dan perlawanan yang kuat saat ditarik.
-     Bujuk: Ikan predator yang gesit dan menjadi tantangan tersendiri bagi pemancing.
-     Gabus: Ikan yang terkenal memiliki daging berkualitas tinggi dan penyembuh.
-    Toman: Ikan predator besar yang menjadi incaran utama bagi mereka yang mencari sensasi tarikan yang kuat.
 

Filosofi Desa Sapta Mulia Jaya

 
Kini, desa yang dulunya adalah hutan belantara pada tahun 1997 itu telah berubah menjadi kawasan yang makmur. Spot memancing ini menjadi bukti bahwa alam Desa Sapta Mulia Jaya memberikan rezeki yang melimpah.
 
Wisata ini tidak hanya menawarkan keseruan memancing, tetapi juga menjadi pengingat akan sejarah bagaimana para leluhur transmigran bekerja keras mengubah hutan menjadi tempat tinggal yang nyaman dan penuh berkah.
 
👇






Media Digital Desa

© Copyright - Desa Sapta Mulia Jaya